Minggu, 26 Oktober 2014

TEORI-TEORI TENTANG PENGETAHUAN #6



A. PENGETAHUAN DAN KEYAKINAN
Pengetahuan adalah informasi yang diketahui atau disadari oleh manusia, atau pengetahuan adalah berbagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan indrawi. Keyakinan adalah suatu sikap yang ditunjukkan manusia saat dia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran. Ada dua istilah yang berhubungan dengan keyakinan dan pengetahuan.
1. Magic power- (kekuatan magis) –> fenomena kekuatan gaib. Orang yang lebih percaya pada sesuatu yang aneh(karena tidak tahu sebabnya) sebagai kekuatan magis
2. Naturalisme, berarti sesuatu yang alami.
B. SUMBER PENGETAHUAN RASIONALISME DAN EMPIRISME
1.      Rasionalisme.
Rasionalisme adalah bahwa hanya dengan menggunakan prosedur tertentu dari akal saja bisa sampai pada pengetahuan yang sebenarnya, yaitu pengetahuan yang tidak mungkin salah. Menurut kaum rasionalis, sumber pengetahuan, adalah akal budi manusia. Dengan akal budi yang memberi pengetahuan yang pasti benar tentang sesuatu. Oleh karena itu, konsekuensinya adalah kaum rasionalis menolak anggapan bahwa seseorang bisa menemukan pengetahuan melalui pancaindra.
2.    Empirisisme.
Empirisisme adalah paham filosofis yang mengatakan bahwa sumber satu-satunya bagi pengetahuan manusia adalah pengalaman. Untuk bisa sampai pada pengetahuan yang benar, menurutnya adalah data dan fakta yang ditangkap oleh pancaindra. Dengan kata lain pengetahuan yang benar adalah yang diperoleh melalui pengalaman dan pengamatan pancaindra, dengan sumber pengalaman dan pengamatan pancaindra tersebut yang memberi data dan fakta bagi pengetahuan seseorang. Semua konsep dan ide dianggap benar dengan sumber dari pengalaman seseorang dengan objek yang ditangkap melalui pancaindra.
C. KEBENARAN ILMIAH
Kebenaran ilmiah merupakan sesuatu yang krusial  dalam kehidupan ini. Sering kali dengan dalih sebuah kebenaran seseorang, kelompok, lembaga, atau bahkan  negara akan menghalalkan tindakan terhadap orang lain karena dianggap sudah melakukan tindakan yang benar. Begitu pula dalam bidang pendidikan tidak mungkin seorang guru melakukan pendidikan,dan  pengajaran terhadap peserta  didik jika tidak meyakini sebuah kebenaran.
D. MASALAH KEPASTIAN DAN FALIBILISME MODERAT
1. Masalah Kepastian kebenaran Ilmiah
Ilmu pengetahuan tidak akan pernah memberikan suatu formulasi final dan absolute tentang seluruh universum. Pengakuan ini dalam filsafat ilmu pengetahuan disebut falibilisme. Falibilisme tidak berarti bahwa ilmu pengetahuan salah sama sekali, melainkan bahwa ilmuwan harus bersikap kritis terhadap apa yang sudah dicapainya.
2. Fabilisme dan Metode Ilmu Pengetahuan
     Falibilisme ilmu pengetahuan berasal dari dua sumber, yaitu sebagai konsekuensi dari metode ilmu pengetahuan, dan dari objek ilmu pengetahuan yaitu universum alam. Beberapa indikasi metodologis bisa dilihat sebagai alas an dari falibilisme moderat ini.
E. ILMU TEKNOLOGI DAN KEBUDAYAAN

Ilmu dan kebudayaan berada dalam posisi yang saling tergantung dan saling mempengaruhi.Pada suatu pihak pengembangan ilmu dalam suatu masyarakat tergantung dari kondisi kebudayaannya.Sedangkan dilain pihak, pengembangan ilmu akan mempengaruhi jalannya kebudayaan. Ilm uterpadu secara intim dengan keseluruhan struktur sosial dan tradisi kebudayaan, mereka saling mendukung satu sama lain: dalam beberapa tipe masyarakat ilmu dapat berkembangkan secara pesat, demikian sebaliknya, masyarakat tersebut tak dapat berfungsi dengan wajar tanpa didukung perkembangan yang sehat dari ilmu dan penerapannya.
F. ETIKA KEILMUAN
Etika keilmuan/profesi merupakan sebuah komitmen melekat sebagai “professional code of conduct” di dalam suatu disiplin keilmuan dan profesi. Etika keilmuan/profesi memuat acuan standar tentang sikap dan perilaku yang dipandang pantas, jujur, layak, baik, dan benar berkaitan dengan praktik, aktivitas, atau ikhtiar keilmuan/profesi.
Istilah etika keilmuwan mengantarkan kita pada kontemplasi mendalam, baik mengenai hakekat, proses pembentukan, lembaga yang memproduksi ilmu lingkungan yang kondusif dalam pengembangan ilmu, maupun moralitas dalam memperoleh dan mendayagunakan ilmu tersebut. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar