A.
PENGETAHUAN DAN KEYAKINAN
Pengetahuan
adalah informasi yang diketahui atau disadari oleh manusia, atau pengetahuan
adalah berbagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan
indrawi. Keyakinan adalah suatu sikap yang ditunjukkan manusia saat dia merasa
cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran. Ada dua
istilah yang berhubungan dengan keyakinan dan pengetahuan.
1. Magic power- (kekuatan magis) –> fenomena kekuatan gaib.
Orang yang lebih percaya pada sesuatu yang aneh(karena tidak tahu sebabnya)
sebagai kekuatan magis
2. Naturalisme, berarti sesuatu yang alami.
B. SUMBER
PENGETAHUAN RASIONALISME DAN EMPIRISME
1. Rasionalisme.
Rasionalisme
adalah bahwa hanya dengan menggunakan prosedur tertentu dari akal saja bisa
sampai pada pengetahuan yang sebenarnya, yaitu pengetahuan yang tidak mungkin
salah. Menurut kaum rasionalis, sumber pengetahuan, adalah akal budi manusia.
Dengan akal budi yang memberi pengetahuan yang pasti benar tentang sesuatu.
Oleh karena itu, konsekuensinya adalah kaum rasionalis menolak anggapan bahwa
seseorang bisa menemukan pengetahuan melalui pancaindra.
2. Empirisisme.
Empirisisme
adalah paham filosofis yang mengatakan bahwa sumber satu-satunya bagi
pengetahuan manusia adalah pengalaman. Untuk bisa sampai pada pengetahuan yang
benar, menurutnya adalah data dan fakta yang ditangkap oleh pancaindra. Dengan
kata lain pengetahuan yang benar adalah yang diperoleh melalui pengalaman dan
pengamatan pancaindra, dengan sumber pengalaman dan pengamatan pancaindra
tersebut yang memberi data dan fakta bagi pengetahuan seseorang. Semua konsep
dan ide dianggap benar dengan sumber dari pengalaman seseorang dengan objek yang
ditangkap melalui pancaindra.
C.
KEBENARAN ILMIAH
Kebenaran
ilmiah merupakan sesuatu yang krusial
dalam kehidupan ini. Sering kali dengan dalih sebuah kebenaran
seseorang, kelompok, lembaga, atau bahkan
negara akan menghalalkan tindakan terhadap orang lain karena dianggap
sudah melakukan tindakan yang benar. Begitu pula dalam bidang pendidikan tidak
mungkin seorang guru melakukan pendidikan,dan
pengajaran terhadap peserta didik
jika tidak meyakini sebuah kebenaran.
D.
MASALAH KEPASTIAN DAN FALIBILISME MODERAT
1. Masalah
Kepastian kebenaran Ilmiah
Ilmu
pengetahuan tidak akan pernah memberikan suatu formulasi final dan absolute
tentang seluruh universum. Pengakuan ini dalam filsafat ilmu pengetahuan
disebut falibilisme. Falibilisme tidak berarti bahwa ilmu pengetahuan salah
sama sekali, melainkan bahwa ilmuwan harus bersikap kritis terhadap apa yang
sudah dicapainya.
2. Fabilisme
dan Metode Ilmu Pengetahuan
Falibilisme ilmu pengetahuan berasal dari
dua sumber, yaitu sebagai konsekuensi dari metode ilmu pengetahuan, dan dari
objek ilmu pengetahuan yaitu universum alam. Beberapa indikasi metodologis bisa
dilihat sebagai alas an dari falibilisme moderat ini.
E. ILMU
TEKNOLOGI DAN KEBUDAYAAN
Ilmu dan
kebudayaan berada dalam posisi yang saling tergantung dan saling
mempengaruhi.Pada suatu pihak pengembangan ilmu dalam suatu masyarakat
tergantung dari kondisi kebudayaannya.Sedangkan dilain pihak, pengembangan ilmu
akan mempengaruhi jalannya kebudayaan. Ilm uterpadu secara intim dengan
keseluruhan struktur sosial dan tradisi kebudayaan, mereka saling mendukung
satu sama lain: dalam beberapa tipe masyarakat ilmu dapat berkembangkan secara
pesat, demikian sebaliknya, masyarakat tersebut tak dapat berfungsi dengan wajar
tanpa didukung perkembangan yang sehat dari ilmu dan penerapannya.
F. ETIKA
KEILMUAN
Etika
keilmuan/profesi merupakan sebuah komitmen melekat sebagai “professional code
of conduct” di dalam suatu disiplin keilmuan dan profesi. Etika
keilmuan/profesi memuat acuan standar tentang sikap dan perilaku yang dipandang
pantas, jujur, layak, baik, dan benar berkaitan dengan praktik, aktivitas, atau
ikhtiar keilmuan/profesi.
Istilah
etika keilmuwan mengantarkan kita pada kontemplasi mendalam, baik mengenai hakekat,
proses pembentukan, lembaga yang memproduksi ilmu lingkungan yang kondusif
dalam pengembangan ilmu, maupun moralitas dalam memperoleh dan mendayagunakan
ilmu tersebut. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar