A. Pengertian
Filsafat
filsafat berasal dari bahasa Yunani : ”philosophia”. Seiring
perkembangan jaman akhirnya dikenal juga dalam berbagai bahasa, seperti :
”philosophic” dalam kebudayaan bangsa Jerman, Belanda, dan Perancis;
“philosophy” dalam bahasa Inggris; “philosophia” dalam bahasa Latin; dan
“falsafah” dalam bahasa Arab.
Ilmu Filsafat adalah
ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai Ke-Tuhanan, alam
semesta dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana sikap
manusia itu sebenarnya setelah mencapai pengetahuan itu.
B. Ilmu pengetahuan
sebagai Sketsa Umum Pengantar untuk Memahami Filsafat ilmu
Ilmu pengetahuan
adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan
pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia.
Peranan filsafat dalam
ilmu pengetahuan adalah filsafat memberi penilaian tentang sumbangan ilmu-ilmu
pada perkembangan pengetahuan manusia guna mencapai kebenaran tapi filsafat
tidak ikut campur dalam ilmu-ilmu tersebut dimana filsafat selalu mengarah pada
pencarian akan kebenaran. Pencarian itu dapat dilakukan dengan menilai
ilmu-ilmu pengetahuan yang ada secara kritis sambil berusaha menemukan jawaban
yang benar. Tentu saja penilaian itu harus dilakukan dengan langkah-langkah
yang teliti dan dapat dipertanggungjawabkan secara rasional. Penilaian dan
jawaban yang diberikan filsafat sendiri, senantiasa harus terbuka terhadap
berbagai kritikan dan masukan sebagai bahan evaluasi demi mencapai kebenaran yang
dicari.
C. Fenomenologi pengetahuan
dan ilmu pengetahuan
Objek fenomenologi
adalah fakta atau gejala, atau keadaan, kejadian, atau benda, atau realitas
yang sedang menggejala. Pendekatan secara fenomenologi boleh dikatakan menolak
teori. Hal ini disebabkan karena pendekatan ini lebih menekankan rasionalisme
dan realitas budaya yang ada dan bisa dikatakan sejalan dengan penelitian
etnografi yang menitikberatkan pandangan warga setempat, dimana realitas
dipandang lebih penting dan dominan dibanding teori-teori. Fenomenologi mencoba
menepis semua asumsi yang mengkontaminasi pengalaman konkret manusia.
Fenomenologi menekankan upaya menggapai “hal itu sendiri” lepas dari segala
presuposisi dan karena itulah disebut sebagai cara berfilsafat yang radikal.
Secara umum dapat
dikatakan bahwa fenomenologi adalah cara dan bentuk berpikir, atau apa yang
disebut dengan “the styie of thingking”. Biasanya dikatakan bahwa dasar pikiran
itu ialah intensionalisme. Menurut Edmund Husserl sebagai salah satu tokoh
filsafat fenomenologi bahwa, intention, kesengajaan mengarahkan kesadaran dan
reduksi.
D. Filsafat pengetahuan dan ilmu pengetahuan
Filsafat adalah studi
tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan
dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak didalami dengan melakukan
eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan
masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan
alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Akhir dari proses-proses itu
dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika. Untuk studi falsafi, mutlak
diperlukan logika berpikir dan logika bahasa.
Pengetahuan adalah
informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang.
Pengetahuan termasuk, tetapi tidak dibatasi pada deskripsi, hipotesis, konsep,
teori, prinsip danprosedur yang secara Probabilitas Bayesian adalah benar atau
berguna.
Istilah
epistemologi dipakai pertama kali oleh J.F. Filsafat pengetahuan (Epistemologi)
merupakan salah satu cabang filsafat yang mempersoalkan mengenai masalah
hakikat pengetahuan. Epistemologi, adalah cabang filsafat yang
mempelajari dan mencoba memecahkan suatu dasar dari pengetahuan,
pengandaian-pengandaian, serta pertanggungjawaban atas pernyataan tentang
pengetahuan yang dimiliki
E. Fokus Filsafat Ilmu
Pengetahuan
Ilmu pengetahuan
merupakan karya budi yang logis dan imajinatif. Tanpa imajinasi dan logika dari
seorang kopernikus, suatu gagasan besar tentang heliosentrisme tidak akan
muncul. Begiti juga halnya jika kita berbicara tentang ilmuan-ilmuan lain.
Metode-metode ilmu pengetahuan adalah metode-metode yang logis karena ilmu
pengetahuan mempraktekan logika. Namun selain logika temuan-temuan dalam ilmu
pengetahuan dimungkinkan oleh akan budi manusia yang terbuka pada realitis.
Keterbukaan budi manusia pada realitas itu kita sebut imajinasi. Maka logika
dan imajinasi merupakan dua dimensi penting dari seluruh cara kerja ilmu
pengetahuan.
Tak pernah ada imajinasi tanpa logika
dalam ilmu pengetahuan. Keduannya akan berjalan bersamaan. Namun pendekatan
pertama tidaklah cukup. Ilmu pengetahuan telah berkembang sebagai bagian dari
hidup kita sebagai manusia dalam masyarakat. Dengan alasan itu, filsafat ilmu
pengetahuan pelu mengarahkan diri selain kepada pembicaraan tentang masalah
metode ilmu pengetahuan juga harus berbicara tentang hubungan antara ilmu
pengetahuan dan masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar