A. Pengertian Komunikasi
Pengertian
komunikasi diambil dari bahasa latin communicatio, yang bersumber dari
istilah “communis” yang berarti membuat kebersamaan atau membangun
kebersamaan antara dua orang atau lebih. Dalam kehidupan sehari-hari
selain menjadi makhluk individu, manusia juga sebagai makhluk sosial
yang sangat membutuhkan interaksi dengan orang lain. Dari interaksi
itulah terjadi komunikasi untuk menyampaikan pesan, saling bertukar
informasi dengan orang lain untuk tujuan tertentu.
B. Teori- Teori Perubahan
- Teori kurt lewin
Lewin mengungkapkan bahwa perubahan dapat dibedakan menjadi 3 tahapan :
a. Pencairan (unfreezing) yaitu, Motifasi yang kuat untuk beranjak dari keadaan semula dan berubahnya keseimbangan yang ada.
b.
Bergerak (moving) yaitu, Bergerak menuju keadaan yang baru atau tidak /
tahap perkembangan baru, karena memiliki cukup informasi, serta sikap
dan kemampuan untuk berubah, memahami masalah yang dipahami dan
mengetahui langkah-langkah penyalasaian yang harus dilakukan, melakukan
langkah nyata untuk berubah dalam mencapai tingkat atau tahap baru.
c.
Pembekuan (refresing) yaitu, Telah mencapai tingkat atau tahap baru,
mencapai keseimbangan baru. Tingkat baru yang dicapai harus dijaga untuk
tidak mengalami kemunduran atau atau bergerak kembali pada tingkat atau
tahap perkembangan semula.
- Teori roger
Roger menjelaskan 5 tahap dalam perubahan, yaitu : Kesadaran, Keinginan, Evaluasi, Mencoba, Penerimaan.
Roger
percaya proses penerimaan terhadap perubahan lebihh komplek dari pada 3
tahap yang dijabarka lawin. Terutana dalam setiap individu yang
terlibat dalam proses perubahan dapat menerima atau menolaknya. Meskipun
perubahan dapat diterima, mungkin saja suatu saat akan ditolak setelah
perubahan tersebut dirasakan sebagai hal yang menghambat keberadaanya.
- Teori lipitts
Kunci mengalami perubahan menurut lipitts adalah mengidentifikasi tujuh tahap dalam proses perubahan:
a. Mementukan masalah
b. Mengkaji motifasi dan kapasitas perubahan
c. Mengkaji motifasi change agent dan sarana yang tersedia
d. Mengseleksi tujuan perubahan
e. Memilih peran yang sesuai untuk dilaksanakan oleh agen pembaharu
f. Mempertahankan perubahan yang telah dimulai
g. Mengakhiri bantuan
C. Bidan sebagai Change of Agent
Bidan
merupakan aset dan potensi bangsa sebagai agen pembaharuan ( Agent Of
Change ) karena para Bidan memainkan peran penting dalam mengelola
komunitas sosial sebagai sumber pengetahuan dan rujukan tentang
persalinan normal, kesehatan reproduksi perempuan dan kesehatan anak
serta permasalahan lain yang terkait langsung maupun tidak langsung
dengan kesehatan.Dengan kesabaran dan belajar dari pengalaman para bidan
perlahan-lahan mengajak masyarakat mengubah perilaku menuju gaya hidup
lebih rasional. Cara mereka bermacam-macam. Bimoarti mulai lebih dari
dua tahun terakhir mengubah pendekatan. Belajar dari dukun melahirkan,
dia juga memberi layanan lengkap hingga pascamelahirkan. Pendekatan juga
dilakukan kepada perangkat desa dan masyarakat untuk membentuk Forum
Kesehatan Desa. Para bidan juga mencari cara untuk menarik minat ibu-ibu
membawa anak balita mereka ke posyandu. Salah satunya dengan memberi
pelatihan pemenuhan kebutuhan praktis, seperti cara memasak makanan
untuk anak balita. Atau menyediakan air bersih bagi rumah tangga di
desa” Dalam konteks pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs), bidan
desa sangat berperan dalam mencapai tujuan keempat MDGs, yaitu
menurunkan angka kematian bayi, dan tujuan kelima, yaitu memperbaiki
kesehatan ibu hamil.
D.Management Konflik Individu dan Sosial
Definisi Manajemen Konflik
Manajemen
konflik merupakan serangkaian aksi dan reaksi antara pelaku maupun
pihak luar dalam suatu konflik. Manajemen konflik termasuk pada suatu
pendekatan yang berorientasi pada proses yang mengarahkan pada bentuk
komunikasi (termasuk tingkah laku) dari pelaku maupun pihak luar dan
bagaimana mereka mempengaruhi kepentingan (interests) dan interpretasi
Konflik Dalam Diri Individu (Intraindividual Conflict)
A. Konflik yang berkaitan dengan tujuan yang hendak dicapai (goal conflict)
Menurut Wijono (1993, pp.7-15), ada tiga jenis konflik yang berkaitan dengan tujuan yang hendak dicapai (goal conflict), yaitu:
1) Approach-approach conflict,
dimana orang didorong untuk melakukan pendekatan positif terhadap dua
persoalan atau lebih, tetapi tujuan-tujuan yang dicapai saling terpisah
satu sama lain.
2) Approach-Avoidance Conflict,
dimana orang didorong untuk melakukan pendekatan terhadap
persoalan-persoalan yang mengacu pada satu tujuandan pada waktu yang
sama didorong untuk melakukan terhadap persoalan-persoalan tersebut dan
tujuannya dapat mengandung nilai positif dan negatif bagi orang yang
mengalami konflik tersebut.
3) Avoidance-Avoidance Conflict,
dimana orang didorong untuk menghindari dua atau lebih hal yang negatif
tetapi tujuan-tujuan yang dicapai saling terpisah satu sama lain.




