Minggu, 21 September 2014

konsep dasar etika umum I #2


1.            ETIKA DAN MORAL
A.            Pengertian Etika
Etika berasal dari bahasa Yunani ethos, yang berarti tempat tinggal yang biasa, kandang, kebiasaan, adat, watak, perasaan, sikap, cara berfikir, dalam bentuk jamak ta etha artinya adat kebiasaan.
1.            Faktor-faktor yang melandasi etika adalah meliputi hal tersebut dibawah ini:
a.       Nilai-nilai atau value.
b.      Norma.
c.       Sosial budaya.
d.      Religius
1)      Agama mempunyai hubungan erat dengan moral.
2)      Agama merupakan motivasi terkuat perilaku moral atau etik.
3)      Agama merupakan salah satu sumber nilai dan norma etis yang paling penting.
4)      Setiap agama mengandung ajaran moral yang menjadi pegangan bagi perilaku para anggotanya.
e.       Kebijakan atau policy maker, siapa stake holders nya dan / bagaimana kebijakan yang dibuat sangat berpengaruh atau mewarnai etika maupun kode etik.
2.            Etika sebagai ilmu terbagi menjadi tiga, yaitu etika deskriptif, etika normatif, dan metaetika.
1.       Etika Deskriptif
Etika deskriptif melukiskan tingkah laku moral dalam arti luas, misalnya, adat kebiasaan, anggapan-anggapan tentang baik dan buruk, tindakan-tindakan yang diperbolehkan atau tidak diperbolehkan.Etika deskriptif hanya melukiskan dan tidak memberi penilaian.
2.       Etika Normatif
Etika normatif merupakan bagian terpenting dari etika dan bidang di mana berlangsung diskusi-diskusi yang paling menarik tentang masalah-masalah moral. Etika normatif mendasarkan pendiriannya atas norma. Para ahli dalam ilmu ini tidak bertindak sebagai penonton netral, akan tetapi turut melibatkan diri dengan mengemukakan penilaian tentang perilaku manusia
3.       Metaetika
Yang dipelajari dalam ilmu metaetika bukanlah moralitas secara langsung, melainkan ucapan-ucapan kita di bidang moralitas.Dapat dikatakan pula, metaetika mempelajari logika khusus dari ucapan-ucapan etis.
4.            Tujuan Belajar Etika
adalah membuat mahasiswa menjadi lebih kritis ;
Kritis terhadap lembaga-lembaga masyarakat : orang tua, agama, negara dan lain-lain.
Kritis terhadap berbagai ideologi.
Kritis terhadap diri sendiri.
B.           Pengertian Moral
            Moral berasal dari kata bahasa latin mores yang berarti adat kebiasaan. Dalam bahasa Indonesia moral berarti akhlak atu kesusilaan yang mengadung makna tata tertib batin atau tata tertib hati nurani yang menjadi pembimbing tingkah laku dalam hidup
1.            Beberapa sistem filsafat moral :
1.      Hedonisme
Ditemukan pada aristipos dari Kyrene (sekitar 433 – 355 SM) seorang murid Sokrates.
Hedonimesme itu sendiri merupakan suatu kesamaan yang dapat memuaskan keinginan dan meningkatkan kuantitas kesenangan atau kenikmatan dalam diri kita.
2.      Aeudominisme
Menurut pendapast Aristoteles (384 – 322 SM) ia menegaskan bahwa dalam setiap kegiatannya manusia mengejar suatu tujuan yang dapat dikatakan bahwa setiap perbuatan kita ingin mencapai sesuatu yang baik bagi kita. Contohnya kita minum obat untuk bisa tidur dan kita tidur untuk dapat memulihkan kesehatan.
3.      Utilitatisme
a.       Utilitasrime klasik
Aliran ini berasal dari tradisi pemikiran moral di United Kingdom dan dikemudian hari berpengaruh keseluruh kawasan yang berbahasa Inggris.Pada tahun 1711 – 1776 David Hume memberikan sumbangan penting kearah perkembangan aliran sebagai dasar etis untuk memperbaharui hukum Inggris khususnya hukum pindana.
b.      Utilitarisme aturan
Ditemukan oleh filsafat Inggris yaitu Stephen Toulmin.Menegaskan bahwa prinsip kegunaan tidak harus diterapkan atas aturan moral yang mengatur perbuatan kita.
4.      Deontologi
Disini memperhatikan hasil perbuatan baik tidaknya perbuatan dianggap tergantung pada konsekuensinya
2.            Tahap-tahap dalam perkembangan moral
Tingkat Prakonvensional
Pada tingkat ini si anak mengaku adanya aturan-aturan dan baik serta buruk mulai mempunyai arti baginya tapi hal itu semata-mata dihubungkan dengan reaksi orang lain.
Tingkat Konvensional
Pada tingkat ini biasanya anak mulai beralih ke tingkat antara umur 10 dan 13 tahun. Disini perbuatan mulai dinilai atas dasar norma umum dan kewajiban serta otoritas di junjung tinggi.
Tingkat Pascakonvensional
Tingkat ini disebut juga tingkat ”otonom” atau tingkat berprinsib. Pada tingkat ketiga ini hidup moral dipandang sebagai penerimaan tanggung jawab pribadi atas dasar prinsib yang dianut dalam batin
2.            AMORAL DAN IMORAL
A.            Pengertian Amoral dan Imoral
1.       Amoral oleh Concise Oxford Dictionary, tidak berhubungan dengan konteks moral, di luar suasana etis, non moral;
2.       Dalam kamus yang sama Imoral berarti bertentangan dengan moralitas yang baik, secara moral buruk;
3.       Amoral, Kamus Besar Bahasa Indonesia, yang dijelaskan tidak bermoral, tidak berakhlak.
3.            ETIKA DAN ETIKET
Etika dan etiket memiliki arti yang berbeda.Etika adalah moral dan etiket berarti sopan santun.
Akan tetapi etika dan etiket memiliki persamaan.
1.       Etika dan etiket menyangkut perilaku manusia.
2.       Etika dan etiket mengatur perilaku manusia secara normatif.
Contoh etiket dan penerapannya dalam masyarakat
              Misalnya dalam makan, etiketnya ialah orang tua didahulukan mengambil nasi, kalau sudah selesai tidak boleh mencuci tangan terlebih dahulu,
              makan sambil menaruh kaki di atas meja dianggap melanggar etiket bila dilakukan bersama-sama orang lain,
              makan dengan tangan,
              Di Indonesia menyerahkan sesuatu harus dengan tangan kanan.Bila dilanggar dianggap melanggar etiket.
4.            ETIKA SEBAGAI CABANG ILMU FILSAFAT
A.            Pengertian Filsafat
1.            Arti Secara Etimologi
Filsafat dari kata philo yang berarti cinta dan kata sophos yang berarti ilmu atau hikmah.Secara etimologi filsafat berarti cinta terhadap ilmu dan hikmah.
2.            Arti Secara Terminologi
Menurut istilah (terminologi) filsafat adalah cinta terhadap hikmah dan berusaha mendapatkan falsafah Islam, memusatkan perhatian pada falsafah Islam dan menciptakan sikap positif terhadap falsafah Islam. Filsafah Islam merupakan medan pemikiran yang terus berkembang dan berubah
B.            Hubungan Etika dengan Ilmu Filsafat
Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berusaha mengkaji segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada dengan menggunakan pikiran. Bagian-bagiannya meliputi:
1.     Metafisika yaitu kajian dibalik alam yang nyata,
2.     Kosmologia yaitu kajian tentang alam,
3.     Logika yaitu pembahasa tentang cara berpikir cepat dan tepat,
4.     Etika yaitu pembahasan tentang tingkah laku manusia,
5.     Teologi yaitu pembahasan tentang ketuhanan,
6.     Antropologi yaitu pembahasan tentang manusia
.    Etika Sebagai Ciri Khas Filsafat
Etika filsafat merupakan ilmu penyelidikan bidang tingkah laku manusia yaitu menganai kewajiban manusia, perbuatan baik buruk dan merupakan ilmu filsafat tentang perbuatan manusia.Banyak perbuatan manusia yang berkaitan dengan baik atau buruk, tetapi tidak semua perbuatan yang netral dari segi etikanya.
Hakikat Etika Filsafat
Etika filsafat dapat didefinisikan sebagai refleksi kritis, metodis dan sistematis tentang tingkah laku manusia dari sudut norma-norma susila atau dari sudut baik atau buruk. Dari sudut pandang normatif, etika filsafat merupakan wacana yang khas bagi perilaku kehidupan manusia, dibandingkan dengan ilmu lain yang juga membahas tingkah laku manusia.
5.            PERANAN ETIKA DALAM DUNIA MODERN
Etika sebagai pemikiran sistematis tentang moralitas tidak berpretensi untuk secara langsung dapat membuat manusia menjadi lebih baik. Dalam artinya sebagai ilmu, etika sebenarnya tidak perlu dimiliki oleh setiap orang,walaupun setiap orang membutuhkan moralitas
1.Adanya pluralisme moral
2.Timbulnya masalah-masalah etis baru
3.Munculnya kepedulian etis yang semakin universal.
4.Hantaman gelombang modernisasi.
5. tawaran berbagi ideology
6. Tantangan bagi agamawan
6.            MORAL DAN AGAMA
A.            Pengertian Agama
Sistem atau prinsip kepercayaan kepada adanya kekuasaan mengatur yang bersifat luar biasa yang berisi norma-norma atau peraturan yang menata bagaimana cara manusia berhubungan dengan Tuhan dan bagaimana manusia hidup yang berkelanjutan sampai sesudah manusia itu mati. Menurut Quraish Shihab, ciri-ciri akhlak yang diajarkan rasulullah tersebut yaitu:
1)      Kebaikannya bersifat mutlak.
2)      Kebaikan bersifat menyeluruh.
3)      Tetap, langgeng, dan mantap.
4)      Kewajiban yang harus dipatuhi
5)      Pengawasan yang menyeluruh.
7.            MORAL DAN HUKUM

Ø  Hukum Bersatu dengan Moral
Prof. Dr. Hazairin dalam buku Demokrasi Pancasila menyatakan bahwa hukum tanpa moral adalah kezaliman.Moral tanpa hukum adalah anarki dan utopia yang menjurus kepada peri-kebinatangan.Hanya hukum yang dipeluk oleh kesusilaan dan berakar pada kesusilaan yang dapat mendirikan kesusilaan.
Ø  Moral Sebagai Landasan Tujuan Hukum
Dalam banyak literatur dikemukakan bahwa tujuan hukum atau cita hukum tidak lain daripada keadilan
Menurut Thomas Aquianas, hukum terutama berkaitan dengan kewajiban yang diletakkan oleh nalar. Hukum meliputi kekuasaan, dan kekuasaan inilah yang memberikan kewajiban.Akan tetapi di belakang kekuasaan inilah berdiri nalar. Penguasa melalui hukum positif dapat memberi perintah yang bukan-bukan atau memaksa orang melakukan perbuatan yang tidak benar, tetapi hukum positif  tersebut bekerja tidak sesuai dengan hakikat alamiah hukum. Hukum alam ditentukan oleh nalar manusia.Mengingat Allah menciptakan segala sesuatu, hakikat alamiah manusia dan hukum alam paling tepat dipahami sebagai produk kebijaksanaan atau pikiran Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar